Kapal Tongkang Tak Bisa Berlayar, Stok Batu Bara RI Numpuk!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kekeringan dan penurunan muka air di sungai-sungai utama di Kalimantan mulai mengganggu operasional pengangkutan batu bara. Kapal tongkang tidak dapat berlayar optimal karena kondisi sungai yang semakin dangkal, sehingga kapasitas muatan tidak dapat dimaksimalkan. Akibatnya, batu bara terpaksa tertahan di area tambang maupun stockpile pelabuhan, berpotensi meningkatkan stok sementara.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani menjelaskan bahwa penurunan muka air sungai akibat kemarau musiman ini membatasi draft kapal tongkang. Beberapa wilayah di Kalimantan mengalami gangguan yang sama, sehingga distribusi batu bara dari tambang ke pelabuhan terhambat.
Meski kondisi logistik domestik terganggu, APBI menekankan bahwa pergerakan harga batu bara tidak hanya ditentukan oleh faktor lokal. Harga komoditas batu bara tetap dipengaruhi utama oleh dinamika permintaan dan pasokan di pasar global. Faktor logistik Indonesia dapat menjadi sentimen pasar, namun bukan satu-satunya penentu kenaikan harga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 21.00
Kalimantan Mengering, Risiko Bisnis Batu Bara Mulai Menghantui Industri Energi
kumparan · 3 September 2026 pukul 18.09
Sungai Mahakam Kering Jadi Perhatian Khusus Kementerian PU
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 04.45
Kapal Tongkang Tersangkut di Kapuas, ESDM: Air Surut, Bukan Produksi
Berita terkait
Sungai Kapuas Mengering, Aktivitas Angkut Batu Bara Mulai Terdampak
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 19.05
Sungai Kapuas Kering, Pengusaha Beberkan Dampaknya ke Bisnis Batu Bara
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 18.35
Sungai Kapuas Mengering, Kapal Tongkang Batu Bara Tak Bisa Berlayar
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 09.20
Sungai Kapuas Kering, Kapal Tongkang Batu Bara Tak Bisa Berlayar
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 19.15