Sensor Tsunami di Kawasan Krakatau Kurang, BRIN Usul Tambah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai jumlah sensor pendeteksi dini tsunami (IDSL/PUMA) di kawasan Krakatau saat ini tidak memadai. Saat ini hanya tersedia satu unit di Pulau Rakata, yang membuat sistem pemantauan rentan terganggu jika terjadi kerusakan atau gangguan material vulkanik saat aktivitas gunung meningkat.
Untuk mengoptimalkan pemantauan 24 jam, BRIN mengusulkan penambahan menjadi total enam unit sensor yang tersebar di tiga pulau: Pulau Sertung, Pulau Panjang, dan Pulau Rakata, masing-masing dua unit. Selain penambahan alat, BRIN menekankan pentingnya perawatan rutin serta integrasi CCTV dan sensor cuaca untuk memperkuat deteksi potensi tsunami di kawasan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 18.11
BRIN Pastikan Aktivitas Anak Krakatau Tak Picu Tsunami
Berita terkait
Megathrust Pecah, Pesisir Pangandaran Digulung Tsunami 8 Meter Lebih
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 15.45
Gempa Megathrust Bawa Tsunami 8 Meter Lebih Sapu Pesisir Pangandaran
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 16.45
Sensor BRIN Tangkap Anomali Laut di Sekitar Krakatau, Apa Itu?
Detik.com · 14 September 2026 pukul 18.30
UNESCO Memperingatkan Ancaman Tsunami Tinggal Menunggu Waktu
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 21.13