BRIN Pastikan Aktivitas Anak Krakatau Tak Picu Tsunami
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346123/original/014107400_1789110736-IMG_4530_1_.jpg)
BRIN memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak memicu tsunami di Selat Sunda. Hasil pemantauan 24 jam menggunakan IDSL-PUMMA di Pulau Rakata tidak menunjukkan perubahan muka air laut. Peningkatan aktivitas vulkanik menutup panel surya perangkat, mengurangi pengisian daya, namun tidak memengaruhi hasil pemantauan. BRIN akan menambah 6 unit IDSL-PUMMA di sekitar Anak Krakatau dan memperbaiki infrastruktur CCTV. BNPB mengecek kesiapsiagaan tsunami di Banten dan Lampung, menemukan sirene dan jalur evakuasi berfungsi normal kecuali WRS Gen di Tanjung Lesung yang masih perbaikan. Anak Krakatau kembali erupsi September 2026, mengurangi operasional perangkat pemantau. Tsunami 2018 dipicu longsoran lereng setelah erupsi, berbeda dari tsunami nontektonik 1883.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 14 September 2026 pukul 19.45
Sensor Tsunami di Kawasan Krakatau Kurang, BRIN Usul Tambah
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 18.39
BRIN Nilai Letusan Gunung Anak Krakatau Masih Jauh
JawaPos · 14 September 2026 pukul 15.45
Ini Ciri Air Laut Surut yang Jadi Tanda Tsunami Menurut Badan Geologi
JawaPos · 14 September 2026 pukul 11.15
BMKG Pastikan Air Laut Surut di Dekat Gunung Anak Krakatau Tidak Terkait Erupsi
Berita terkait
BNPB Petakan Kesiapsiagaan Tsunami di Pesisir Banten
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 08.56
Erupsi Gunung Anak Krakatau Disertai Dentuman, BNPB Imbau Masyarakat Waspada & Tetap Tenang
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 20.10
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Km
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.45
BNPB minta masyarakat jangan panik respons erupsi Gunung Anak Krakatau
ANTARA News · 5 September 2026 pukul 09.29