Serangan Besar-Besaran Guncang Amerika, Wall Street Jadi Target
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan siber besar-besaran melanda sektor keuangan Amerika Serikat, dengan peretas menargetkan perusahaan Wall Street terkemuka, hedge fund, dan firma private equity dalam beberapa hari terakhir. Menggunakan taktik rekayasa sosial melalui telepon, peretas mengelabui karyawan agar memberikan akses ke sistem internal atau informasi sensitif. Point72 Asset Management mengonfirmasi bahwa mereka menghadapi serangan, tetapi menyatakan bahwa tidak ada data pelanggan yang dicuri. Target lain termasuk Two Sigma Investments dan Citadel, yang keduanya menolak berkomentar. Para ahli keamanan siber mencatat bahwa serangan terhadap lembaga keuangan besar sudah umum terjadi, tetapi metode panggilan telepon tetap menjadi ancaman serius, dengan kelompok seperti Scattered Spider yang dikenal menggunakan taktik ini. Selain itu, perusahaan global menghadapi peningkatan serangan yang didukung AI dan ransomware yang mengganggu operasional dan mencuri data. Gedung Putih telah membentuk kelompok kerja untuk berbagi intelijen ancaman dan mengoordinasikan pertahanan siber antara pengembang AI dan operator infrastruktur kritis.
Bagikan
Berita terkait
Wall Street Melemah, Investor Cermati Situasi Perang di Iran-Suku Bunga The Fed
kumparan · 29 September 2026 pukul 06.09
Waspada WhatsApp Mendadak Minta OTP, Cepat Aktifkan Fitur Ini
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 18.20
APBN Harus Jadi Shock Absorber, Wamenkeu Juda Agung: Ketahanan Bukan Tanpa Guncangan
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 13.42
Wall Street Menguat, Saham Teknologi dan AI Jadi Penopang Pasar
kumparan · 28 September 2026 pukul 06.10