Serangan Besar-Besaran Guncang Amerika, Wall Street Jadi Target
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan siber besar-besaran melanda sektor keuangan Amerika Serikat, dengan peretas menargetkan perusahaan Wall Street terkemuka, hedge fund, dan firma private equity dalam beberapa hari terakhir. Menggunakan taktik rekayasa sosial melalui telepon, peretas mengelabui karyawan agar memberikan akses ke sistem internal atau informasi sensitif. Point72 Asset Management mengonfirmasi bahwa mereka menghadapi serangan, tetapi menyatakan bahwa tidak ada data pelanggan yang dicuri. Target lain termasuk Two Sigma Investments dan Citadel, yang keduanya menolak berkomentar. Para ahli keamanan siber mencatat bahwa serangan terhadap lembaga keuangan besar sudah umum terjadi, tetapi metode panggilan telepon tetap menjadi ancaman serius, dengan kelompok seperti Scattered Spider yang dikenal menggunakan taktik ini. Selain itu, perusahaan global menghadapi peningkatan serangan yang didukung AI dan ransomware yang mengganggu operasional dan mencuri data. Gedung Putih telah membentuk kelompok kerja untuk berbagi intelijen ancaman dan mengoordinasikan pertahanan siber antara pengembang AI dan operator infrastruktur kritis.
Bagikan
Berita terkait
Serangan Siber Sasar Sistem Pajak Prancis, 678.000 Pengguna Terdampak
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 02.15
OJK: Tak ada pengecualian pengawasan sektor keuangan terkait Danantara
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 21.16
Taiwan Kena Serangan Siber Abnormal, China Diduga Dalangnya
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.30
Prioritaskan Keamanan Siber, Warta Ekonomi Anugerahi Cyber Protection Award 2026 ke Sejumlah Perusahaan
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 17.16