Serangan Besar-Besaran Guncang Amerika, Wall Street Jadi Target
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan siber besar-besaran melanda sektor keuangan Amerika Serikat, dengan peretas menargetkan perusahaan Wall Street terkemuka, hedge fund, dan firma private equity dalam beberapa hari terakhir. Menggunakan taktik rekayasa sosial melalui telepon, peretas mengelabui karyawan agar memberikan akses ke sistem internal atau informasi sensitif. Point72 Asset Management mengonfirmasi bahwa mereka menghadapi serangan, tetapi menyatakan bahwa tidak ada data pelanggan yang dicuri. Target lain termasuk Two Sigma Investments dan Citadel, yang keduanya menolak berkomentar. Para ahli keamanan siber mencatat bahwa serangan terhadap lembaga keuangan besar sudah umum terjadi, tetapi metode panggilan telepon tetap menjadi ancaman serius, dengan kelompok seperti Scattered Spider yang dikenal menggunakan taktik ini. Selain itu, perusahaan global menghadapi peningkatan serangan yang didukung AI dan ransomware yang mengganggu operasional dan mencuri data. Gedung Putih telah membentuk kelompok kerja untuk berbagi intelijen ancaman dan mengoordinasikan pertahanan siber antara pengembang AI dan operator infrastruktur kritis.
Bagikan
Berita terkait
Kerugian Serangan Siber di Indonesia Rp 111 Triliun, Perusahaan Perlu Perkuat Pertahanan Digital
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 16.15
Wall Street Menguat Dipengaruhi Arah Kebijakan Imbal Hasil Obligas Pemerintah AS
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 06.09
IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 16.35
Wall Street Bervariasi, Nasdaq Naik 0,24 Persen di Tengah Data Inflasi
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 06.16