Tarif Listrik Naik Gila-gilaan Demi AI, Rakyat Kecil Bayari Orang Kaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini membahas bagaimana kecerdasan buatan (AI) menyebabkan tagihan listrik naik di Amerika Serikat. PJM Interconnection, yang mengoperasikan jaringan listrik di 13 negara bagian, mengadakan lelang kapasitas yang menghasilkan tambahan biaya sebesar US$6,3 miliar selama tiga tahun untuk pelanggan. Sebagian besar peningkatan biaya ini berasal dari pusat data yang mendukung AI. Beberapa negara bagian mengalami kenaikan signifikan, seperti Illinois naik 28% menjadi 23,85 sen per kWh, Virginia naik 15,4% menjadi 17,61 sen per kWh, dan Hawaii mencapai 52 sen per kWh dengan kenaikan 26,7%. Analis Michael Ryan menyebut pelanggan biasa membiayai infrastruktur perusahaan kaya. Profesor Arie Brish menyarankan pusat data seharusnya menanggung biaya sendiri. Pemerintah Trump mendesak perusahaan teknologi menanggung biaya energi, tetapi komitmen seperti dari Microsoft dan Anthropic tidak memiliki kekuatan hukum. Saat ini, 27 negara bagian mengajukan aturan untuk mewajibkan pusat data membiayai perluasan jaringan listrik mereka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 18.25
Kenapa Iran Mulai Serang Pusat Data AI Milik Amerika?
Berita terkait
Ledakan AI Bikin AS Ketar-ketir, Harus Siapkan US$110 Miliar untuk Kejar Listrik
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 19.07
Nvidia Rencana Investasi Rp 80 Triliun di Batam, Ini Fokus Proyeknya
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 11.00
Tagihan Listrik Naik Sampai 90%, Pabrik Raksasa Terancam Bangkrut
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 12.40
Bidik Sektor Kelistrikan Indonesia, Kayak Analytics Andalkan AI untuk Pantau Kondisi Aset
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 19.55