Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kenapa Iran Mulai Serang Pusat Data AI Milik Amerika?

Iran memulai serangan fisik terhadap pusat data kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan Amerika Serikat di Timur Tengah, menandai eskalasi baru dalam konflik siber-fisik pada 2026. Serangan terbaru menargetkan fasilitas Amazon Web Services (AWS) di Bahrain pada 30 April, menyebabkan gangguan layanan dan kerusakan luas terlihat dari citra satelit. Iran melalui IRGC telah menerbitkan daftar 29 target teknologi regional, mencakup Amazon, Google, Microsoft, Nvidia, dan Palantir. Teheran mengklaim serangan tersebut karena Amazon menyediakan layanan cloud untuk upaya intelijen militer AS, termasuk kontrak Joint Warfighting Cloud Capability senilai US$9 miliar yang juga melibatkan Google, Microsoft, dan Oracle.

Pusat data di kawasan Teluk memiliki signifikansi strategis ganda: vital bagi militer dan industri AI AS, sekaligus menjadi tulang punggung ambisi negara-negara Teluk menjadikan diri sebagai hub AI global ketiga setelah AS dan Tiongkok. Arab Saudi mengalokasikan dana kekayaan negara hingga US$1 triliun untuk AI, sedangkan UEA menandatangani kesepakatan Stargate senilai US$500 miliar dengan pemerintahan Trump—proyek pusat data AI terbesar di luar AS yang melibatkan OpenAI, Oracle, Nvidia, dan Cisco. Serangan Iran mengancam stabilitas investasi masif ini dan mengubah lanskap keamanan infrastruktur AI global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait