Ledakan AI Bikin AS Ketar-ketir, Harus Siapkan US$110 Miliar untuk Kejar Listrik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ledakan pusat data AI di Amerika Serikat memicu lonjakan kebutuhan listrik yang diprediksi mencapai 426 TWh pada 2030, atau sekitar 10% dari total permintaan nasional. Untuk memenuhi kebutuhan ini, AS memerlukan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 45 GW dengan estimasi investasi mencapai US$110 miliar. Gas alam menjadi sumber listrik utama bagi pusat data AI dengan pangsa lebih dari 40%.
Namun, ekspansi ini terhambat oleh infrastruktur transmisi dan antrean interkoneksi jaringan yang bisa memakan waktu lima hingga tujuh tahun. Selain kendala teknis, lonjakan permintaan ini berisiko meningkatkan tagihan listrik konsumen. Oleh karena itu, regulator memperketat persetujuan proyek dan mendorong penyedia layanan hyperscaler memberikan jaminan pembayaran guna mengurangi beban biaya infrastruktur bagi pelanggan lain.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.20
Ini Pandangan Bos-Bos Perusahaan Besar Soal Ancaman AI
kumparan · 16 September 2026 pukul 09.17
Generasi Baru Agen AI Butuh Konsumsi Energi Raksasa
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.30
Manusia Rp3.000 Triliun Ditelepon Trump di Tengah Acara, Bahas Apa?
Berita terkait
Kebutuhan Lahan dan Listrik untuk Pusat Data di Indonesia Terus Meningkat
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 18.16
Tarif Listrik Naik Gila-gilaan Demi AI, Rakyat Kecil Bayari Orang Kaya
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 08.30
Teori Mengerikan Bagaimana AI Bisa Mengambil Alih Dunia
Detik.com · 15 September 2026 pukul 10.15
Indonesia Membangun Data Center AI, Bukan Industri AI
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 08.08