Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Telkom Pisahkan Aset Rp 49,9 Triliun, InfraNexia Siap Jadi Mesin Cuan Baru

Telkom Group melaksanakan spin-off InfraCo Tahap 2 senilai Rp 49,9 triliun untuk membentuk PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) sebagai penyedia infrastruktur digital wholesale. Aset yang dipisahkan mencakup lebih dari 90% infrastruktur jaringan Telkom, termasuk sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik dan 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik. Spin-off ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang efektif sejak Januari 2026 dan bertujuan memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru dalam transformasi TLKM 30.

InfraNexia akan mengelola aset infrastruktur strategis seperti jaringan akses pelanggan, core backbone, dan pendukung lainnya. Dengan jaringan fiber setara tiga kali keliling bumi, InfraNexia diproyeksikan mendukung layanan wholesale connectivity seperti 5G backhaul, wholesale network, FTTx, dan passive infrastructure sharing. Langkah ini juga memungkinkan Telkom untuk lebih agresif melakukan monetisasi aset bernilai tinggi seperti fiber, tower, dan data center.

Meski terpisah secara operasional, Telkom tetap menjadi pemegang saham mayoritas InfraNexia dengan kepemilikan di atas 99%. InfraNexia diarahkan untuk beroperasi secara profesional dan netral, sementara Telkom bertransformasi menuju strategic holding dengan fokus bisnis yang jelas. Transformasi ini juga mendukung pengembangan konektivitas untuk kebutuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia. Telkom memastikan proses transparan sesuai Good Corporate Governance dan ketentuan OJK.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait