Alasan Letusan Krakatau 1883 Bisa Viral Padahal Belum Ada Internet
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Letusan Gunung Krakatau pada 26 Agustus 1883 menjadi peristiwa global pertama yang tersebar secara instan berkat jaringan kabel telegraf bawah laut dan kode Morse. Dahsyatnya letusan ini terdengar hingga jarak 4.800 km, dengan dampak fatal berupa tsunami setinggi 40 meter yang menyebabkan sekitar 36 ribu jiwa meninggal dunia.
Peristiwa ini memicu penelitian geologi modern yang dipimpin oleh Rogier Verbeek dan Royal Society London. Hasil studi menunjukkan dua pertiga pulau Krakatau hancur, yang kemudian membentuk pulau-pulau baru termasuk Anak Krakatau. Fenomena ini menandai awal penyebaran informasi masif dunia sebelum era internet.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.45
Letusan Krakatau 1883 Langsung Viral di Dunia, Kok Bisa?
Detik.com · 9 September 2026 pukul 15.40
Krakatau 1883 Bikin Langit Dunia Berubah Warna, Ini Penjelasan Sains
Detik.com · 8 September 2026 pukul 15.04
Seperti Ini Perubahan Bentuk Tubuh Gunung Anak Krakatau dari Tahun ke Tahun
Berita terkait
Fenomena Anak Krakatau Ini Tak Bisa Disepelekan, Taruhannya Nyawa
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 13.32
Kapan Hujan Abu Anak Krakatau Berhenti? Pakar: Tak Bisa Ditentukan...
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 14.19
Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Jalur Penyeberangan Selat Sunda Aman
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 13.33
Erupsi Anak Krakatau Siaga III, Profesor BRIN Ingatkan Bahaya Tsunami Tanpa Gempa
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 08.00