Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Ditemukan Lemas di Perkebunan Warga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat dan YIARI menemukan seekor orangutan jantan dewasa bernama Sampurna dalam kondisi lemas di perkebunan warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, pada Minggu 30 Agustus 2020. Orangutan tersebut diduga mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti habitatnya. Sampurna pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 06.00 WIB dalam keadaan tidak sadarkan diri di sekitar perkebunan sawit milik masyarakat. Saat tim tiba, asap masih terlihat cukup tebal, mendukung dugaan bahwa paparan asap turut memengaruhi kondisinya. Kejadian kebakian cukup parah terjadi sehari sebelum proses penyelamatan dilakukan. Orangutan bergeser dari habitatnya akibat kebakaran dan kemudian tiba di area perkebunan. Dokter hewan YIARI menjelaskan bahwa paparan asap karhutla dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan satwa liar, terutama pada sistem pernapasan. Penyelamatan dilakukan untuk memulihkan kondisi Sampurna dan mengembalikannya ke habitat semula setelah keadaan membaik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 11.30
FOTO: Detik-detik Penyelamatan Orangutan dari Karhutla Kalbar
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 06.01
Kisah Sampurna, Orangutan yang Diselamatkan dari Kebakaran Kalimantan
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 04.49
Kena Asap Karhutla, Orang Utan Ditemukan Terkapar di Kebun Warga Ketapang
JawaPos · 30 Agustus 2026 pukul 18.00
Karhutla Masih Membara, Hotspot di Kalbar dan Kalteng Melonjak
Berita terkait
KKP Temukan 3 Anakan Buaya Sinyulong di Permukiman Nelayan Mempawah
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.25
Foto: Orang Utan Ditemukan Pingsan Akibat Karhutla di Kalbar
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 16.49
Panglima Jilah Singgung Kemungkinan Salah Tangkap Warga dalam Kasus Karhutla
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 14.15
Umat Islam di Pontianak gelar shalat istisqa untuk memohon turunnya hujan
ANTARA News · 29 Agustus 2026 pukul 10.29