Jepang Perkuat Militernya, Adik Kim Jong Un Murka!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mempertanyakan kebijakan militer Jepang yang semakin agresif. Dalam pernyataan resmi melalui KCNA, Kim menuduh Jepang "bertransformasi menjadi negara perang" seiring Tokyo meningkatkan pengeluaran militer dan mengadakan latihan militer bersama AS di Filipina. Pernyataannya merujuk pada uji coba rudal Tomahawk baru Jepang dan rencana penguatan pasukan militer di Pasifik.
Pemerintah Jepang membenarkan langkah militernya sebagai respons terhadap "ancaman" dari China, Rusia, dan Korea Utara. Menteri Pertahanan Jepang menekankan perlunya peningkatan militer dengan "rasa urgensi dan krisis". Pada 2025, pengeluaran militer Jepang mencapai US$62,2 miliar (1,4% PDB), tertinggi sejak 1958. Kim Yo Jong memperingatkan bahwa "jika keturunan militerisme Jepang merebut senjata mematikan, sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi".
China juga menyampaikan kekhawatiran terhadap "militerisme baru" Jepang, terutama setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan dukungan terhadap aksi militer AS jika China menyerang Taiwan. Hubungan ketegangan ini memunculkan kekhawatiran eskalasi militer di kawasan Pasifik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 21.30
Korut Panas, Adik Perempuan Kim Jong Un Ancam Jepang
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 15.30
Jepang Uji Coba Tomahawk, Adik Perempuan Kim Jong-un: Kita Harus Buat Mereka Menyesal
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 13.35
Militer Jepang Beradaptasi dengan Perang Gaya Baru, dari Drone Tempur hingga AI
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 21.00
Terungkap, Senjata Super Canggih China Ternyata Buatan Amerika
Berita terkait
Ultah ke-78 Korut, Kim Jong Un Pastikan 'Berhubungan' dengan Rusia dan China
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 22.13
Korut Kecam Rencana Latihan Militer AS-Jepang-Korsel Sebagai Spionase Udara
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 20.00
Ancaman China-Rusia-Korut Meningkat, Jepang Perkuat Militer
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 16.19
China Minta Pemimpin Jepang 'Perbaiki' Sikap terkait Taiwan
Detik.com · 29 September 2026 pukul 16.44