Top 3 Tekno: Aplikasi Android Pulse Sedot Perhatian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9330939/original/067928700_1787463980-Android_Pulse.jpeg)
Aplikasi Android Pulse muncul di Google Play Store tanpa ikon resmi, hanya menampilkan kotak kosong. Aplikasi ini bukan malware, melainkan alat diagnosis resmi dari Google untuk mendeteksi anomali penggunaan sumber daya sistem seperti baterai, CPU, dan RAM. Android Pulse bekerja di latar belakang tanpa antarmuka pengguna dan belum tersedia di Play Store untuk wilayah Indonesia.
Studi terbaru Pew Research menunjukkan semakin banyak halaman web yang diduga dibuat menggunakan AI. Peneliti menganalisis hampir 500.000 halaman web berbahasa Inggris selama lima tahun terakhir menggunakan alat deteksi AI Open Pangram. Temuan ini mendukung teori Dead Internet yang menyebutkan bahwa internet akan didominasi oleh bot dan AI di masa depan.
Persidangan di California menyoroti dugaan peran Meta dalam memperburuk krisis kesehatan mental anak-anak. Mantan insinyur keselamatan Meta, Arturo Béjar, memberikan kesaksian bahwa perusahaan menerapkan kebijakan 'jangan tanya, jangan beri tahu' terkait keselamatan anak-anak. Béjar menuduh Meta sengaja tidak bertindak meski mengetahui bahaya konten seperti kekerasan dan materi seksual yang muncul di feed pengguna muda.
Bagikan
Berita terkait
Lebih dari 20 Negara Bagian AS Seret Meta ke Pengadilan karena Dianggap Rusak Mental Anak
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 22.57
Facebook-IG Ganggu Kesehatan Mental Anak, Meta Didenda Rp16,8 T
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 22.00
Remaja 15 Tahun Hentikan Gugatan Kecanduan Media Sosial terhadap Meta, Google, dan Snap
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 10.05
Benarkah Meta Pura-Pura Peduli Keselamatan Anak?
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 18.10