Tren Baru di China, Tolak Pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang guru matematika dari China, Tang Jiafeng, menyuarai pendapat bahwa bahasa Inggris tidak perlu dipelajari di sekolah dasar karena anak-anak terlalu dini dipaksa belajar bahasa asing tanpa menguasai Mandarin dulu. Ia juga menolak pemujaan buta pada impor asing. Pendapatnya didukung oleh orang tua, guru, dan ahli seperti Xioang Bingqi dari Institut Penelitian Pendidikan Abad 21 Shenzhen, yang menyatakan kurikulum berbasis ujian tidak menghasilkan penutur bahasa Inggris yang fasih. Saat teknologi terjemahan AI sudah canggih, beberapa kampus riset di Shenzhen mulai menghapus kursus bahasa Inggris secara bertahap, bahkan ujian akhir bahasa Inggris di sekolah dasar Shanghai sudah dihentikan sejak 2021. Namun, guru bahasa Inggris Cinderella Huang menyebut penghapusan ini bisa memperlebar kesenjangan, karena AI masih membutuhkan bahasa Inggris dan keluarga kaya tetap akan membayar tutor atau memindahkan anak ke sekolah internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 07.30
Tergerus AI, Deret Jurusan Ini Dihapus dari Kampus-kampus China
Detik.com · 27 September 2026 pukul 11.02
Sosok Profesor Idola Baru Gen Z di China, Rutin Suarakan Masalah Anxiety
Berita terkait
Mendikdasmen: Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD Mulai Kelas 3 pada 2027
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 08.00
OJK dorong pemahaman ekosistem keuangan digital masuk kurikulum
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 12.32
Akankah Sekolah di China Hapus Bahasa Inggris dari Mata Pelajaran Pokok?
Detik.com · 11 September 2026 pukul 15.19
Belajar Bahasa Tak Cukup di Kelas, Pengalaman Internasional Membentuk Kemandirian Siswa
JawaPos · 9 September 2026 pukul 14.00