Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

UEFA Boikot FIFA, Warganet Serukan Piala Dunia Bukan untuk Dijual

UEFA bersama 55 asosiasi anggotanya sepakat memboikot seluruh kompetisi FIFA sebagai penolakan terhadap rencana FIFA menjual sebagian kepemilikan entitas pengelola Piala Dunia dan kompetisi lainnya kepada investor swasta. Keputusan ini diambil dalam pertemuan darurat UEFA pada 30 Juli 2026. FIFA berencana membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE) dengan valuasi sekitar USD 20 miliar dan menjual hingga 20% saham kepada investor eksternal, termasuk Thrive Eternal yang didirikan Joshua Kushner. UEFA menilai proposal ini dibuat secara tertutup tanpa konsultasi transparan dan mengkritik FIFA menggunakan pendekatan intimidasi serta insentif finansial berupa dana pengembangan USD 20 juta per asosiasi untuk memperoleh dukungan.

UEFA menegaskan Piala Dunia bukan produk investasi yang dapat diperjualbelikan, melainkan warisan olahraga terbesar yang dibangun oleh pemain, tim nasional, dan penggemar selama beberapa generasi. Boikot akan terus berlaku selama proposal masih berjalan, dan UEFA meminta FIFA membatalkan rencana itu secara penuh. Konfederasi lain seperti AFC dan CONCACAF juga mengkritik proposal ini karena tidak mendapat konsultasi yang memadai, meskipun belum mengikuti langkah boikot UEFA.

Reaksi warganet di media sosial didominasi dukungan terhadap UEFA. Banyak pengguna menilai FIFA akan dirugikan tanpa partisipasi negara-negara Eropa karena benua tersebut dianggap sebagai kiblat sepak bola dunia. Beberapa bahkan mengusulkan pembentukan turnamen tandingan. Namun, ada juga yang mengingatkan UEFA tidak lepas dari kontroversi tata kelola. Boikot ini berpotensi memengaruhi Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil dan Piala Dunia 2030, mengingat absennya negara-negara kuat Eropa dapat berdampak besar terhadap penonton, sponsor, hak siar, dan nilai komersial turnamen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait