Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Video: Cara Pindar Manfaatkan Data dan AI Tebar Kredit ke Warga Desa

Perkembangan ekonomi digital mendorong pertumbuhan bisnis P2P Lending atau pinjaman daring (Pindar) di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan mencatat pinjaman daring UMKM mencapai Rp 35,12 triliun per Juni 2026, tumbuh 23,25% dibandingkan tahun sebelumnya. Besarnya peluang pasar ditandatangai dengan gap penyaluran kredit sebesar Rp 1.650 triliun yang belum terpenuhi perbankan nasional.

Handy Juniandri, CEO & President Director PT Sahabat Mikro Fintek (Samir), menjelaskan bahwa Fintech P2P Lending hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menyalurkan kredit ke masyarakat terbatas, termasuk yang belum terjangkau perbankan konvensional. Pertumbuhan kredit Pindar mencapai 23%, menunjukkan adopsi yang signifikan di kalangan konsumen.

Dalam wawancara dengan Shafinaz Nachiar untuk program Profit di CNBC Indonesia, Handy membahas strategi Pindar dalam memperluas akses permodalan serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses penyaluran pinjaman. Pemanfaatan data dan AI diharapkan meningkatkan efisiensi dan akurasi penilaian kredit, sekaligus mempercepat akses pembiayaan bagi UMKM dan masyarakat luar perbankan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait