Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Warga Makin Irit Belanja, Jualan di Ecommerce Tak Laku

JD.com melaporkan penurunan pendapatan kuartalan 2,9% di Q2 2024 menjadi 346,4 miliar yuan, pertama kalibrasi dalam lebih dari 10 tahun. Penjualan elektronik dan peralatan rumah tangga, tulang punggung bisnis, merosot akibat daya beli menurun dan kelesuan konsumsi di China. Krisis properti berlarut-larut menyebabkan konsumen menahan dompet. Festival 618, ajang diskon terbesar, diperluas durasinya namun tak cukup menarik permintaan. CEO Sandy Xu optimistis pertumbuhan di Q3 2024 meski harga bahan baku naik. Saham JD.com turun 3,5% GMT, namun laba bersih naik menjadi 7,1 miliar yuan.

Berita terkait