Warga Protes Listrik Mahal-Air Kering, Malah Ditawari Festival Bawang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amazon membangun pusat data raksaka di Gilroy, California seluas 4 hektar di atas lahan 56 hektar selama lima tahun tanpa sepengetahuan warga. Proyek ini dimungkinkan oleh aturan tata kota berusia 45 tahun yang memperbolezkan pembangunan industri di jalan tol hanya dengan persetujuan satu pejabat kota. Warga baru menyadari keberadaan pusat data ketika bangunan mulai terlihat. Ketika warga menentang karena dampak lingkungan, petugas kota menyatakan masa tanggapan publik sudah ditutup sejak September 2024. Pusat data ini membutuhkan daya 49 megawatt (setara dengan 20.000 rumah) dan mengonsumsi 7,5 juta galon air per tahun, berpotensi menaikkan tarif listrik serta menimbulkan emisi gas rumah kaca dan kebisingan. Setelah protes warga, Amazon menjanjikan saluran air limbah baru, pendapatan pajak, lapangan kerja, dan sponsor festival bawang. Walikota Gilroy membandingkan situasi ini dengan pembangunan gudang pangan sebelumnya yang tidak memicu protes. Sekarang, pihak kota sedang mempertimbangkan revisi aturan agar proyek besar wajib melibatkan warga sebelum pemberian izin.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 12.07
Protes ke Pemkot, Warga di Cimahi Pasang Plang 'Rumah Dijual' Serentak
Berita terkait
Inggris Terancam Krisis Air Imbas Pembangunan Data Center
CNN Indonesia · 21 Juli 2026 pukul 17.37
Ketika Sungai mengajarkan Arti Kemerdekaan
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 05.00
PBNU Dinilai Gagal Wujudkan ‘Merawat Jagad, Membangun Peradaban’ Gara-gara Konsesi Tambang
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 21.20
Gus Roy Mengkritik Kebijakan PBNU Soal Konsesi Tambang, Simak
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.11