Warga Teriak Tarif Listrik Naik, Presiden Disebut Cuma Omong Kosong
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump mengumumkan komitmen sukarela dari perusahaan listrik dan operator pusat data untuk mendanai infrastruktur energi guna menopang lonjakan konsumsi listrik akibat kecerdasan buatan (AI). Kebijakan ini bertujuan memastikan kebutuhan listrik AI terpenuhi tanpa membebani pelanggan dengan kenaikan tarif. Pengumuman disampaikan dalam acara Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) pada 24 Juli 2026, dihadiri gubernur Partai Republik dan petinggi perusahaan utilitas. Namun, kelompok advokasi menyebut komitmen sukarela tersebut tidak memiliki kekuatan hukum dan tidak menjamin perlindungan konsumen.
Di lapangan, dampak lonjakan kebutuhan listrik pusat data sudah terasa nyata. Operator jaringan listrik terbesar AS, PJM Interconnection, mencatat biaya kapasitas meroket lebih dari 1.000% dari US$28,92 menjadi US$329,17 per megawatt-hari. Sekitar 40% dari total nilai lelang jaringan senilai US$16,4 miliar digunakan untuk kebutuhan pusat data. Di Ohio dan Pennsylvania, tarif listrik industri naik masing-masing 26% dan 31%, jauh di atas rata-rata nasional 7%. Sejumlah pabrik, termasuk produsen batu bata Belden Brick yang berusia 141 tahun, melaporkan beban listrik bulanan melonjak dari US$1.600 menjadi US$12.000 tanpa penambahan operasional.
Bagikan
Berita terkait
TrendAI Buka Pusat Data Lokal di Jakarta untuk Tangkis Serangan Siber AI
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 16.10
Cari Kerja Kantoran Susah, Gen Z Ramai-Ramai Jadi Kuli Gaji Segini
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 10.10
Ngotot Tolak Data Center, Guru Fisika Tepuk Tangan Diborgol Polisi
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 21.00
Teknologi AI Bantu Deteksi Dini dan Personalisasi Perawatan Rambut Rontok
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 03.55