1.476 Akademisi TEP Dibekali Kemampuan Narasi Digital Berbasis Empati
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Transmigrasi membimbing 1.476 akademisi dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 untuk menguasai komunikasi publik berbasis empati. Pelatihan ini bertujuan mengganti pendekatan komunikasi satu arah dengan interaksi yang inklusif, guna mendukung pengembangan 53 kawasan transmigrasi. Para narasumber seperti jurnalis Marissa Anita, dokter Nadhira Afifa, dan pendiri Suara Berkelas Bilal Faranov menekankan pentingnya menyusun narasi digital yang jujur, berdampak, dan menghormati kearifan lokal. Peserta dilatih untuk membangun kepercayaan dengan masyarakat melalui pendekatan yang santun dan empatik, sehingga TEP diterima sebagai mitra kolaboratif. Pelatihan juga menekankan penggunaan kalimat aktif dan data riil dalam menyampaikan narasi. Peserta diajak untuk konsisten dan fokus pada nilai konten, bukan sekadar jumlah penonton. Dengan pendekatan ini, diharapkan narasi digital yang dihasilkan dapat menginspirasi publik dan memberikan rekomendasi strategis untuk transformasi kawasan transmigrasi.
Kegiatan ini menandai upaya pemerintah untuk memastikan bahwa pengembangan kawasan transmigrasi tidak hanya didasarkan pada data teknis, tetapi juga didukung oleh narasi publik yang kuat dan menyentuh hati. Dengan kemampuan berkomunikasi secara empatik, akademisi TEP 2026 diharapkan dapat menjadi jembatan yang efektif antara pemerintah dan masyarakat lokal.
Bagikan
Berita terkait
Kementrans Mau Gaet Kementerian Terkait Bangun Kawasan Transmigrasi
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 19.45
HUT ke-81 RI di NTT Digelar Sederhana sebagai Empati Gempa Flores
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.13
Dokter Baru Unusa Dilarang Kehilangan Empati di Tengah Teknologi
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 03.43
Mentrans Terjunkan 1.200 Patriot ke Papua, Dorong Ekonomi Warga
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 14.06