Kementrans Mau Gaet Kementerian Terkait Bangun Kawasan Transmigrasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Transmigrasi berencana merevitalisasi pembangunan di kawasan transmigrasi melalui sinergi dengan kementerian terkait. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyatakan program transmigrasi selama puluhan tahun belum menuntaskan masalah infrastruktur. Dengan kolaborasi, misalnya Kementrans bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk perbaikan sekolah rusak, Kementerian Pertanian untuk penyediaan alat dan bibit pertanian, serta Kementerian Pekerjaan Umum untuk perbaikan jalan, diharapkan kendala di kawasan transmigrasi dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien.
Selain masalah fisik, Viva juga menekankan pentingnya inovasi dan tata kelola yang efektif untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam seperti durian, kopi, kakao, dan sawit di kawasan transmigrasi. Ia menilai potensi tersebut belum memberikan manfaat ekonomi yang maksimal karena tata kelola dari hulu hingga hilir belum terbangun dengan baik.
Untuk mendukung upaya ini, Kementrans mengerahkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang beranggotakan 1.476 orang dari 10 perguruan tinggi unggulan, termasuk UI, ITB, IPB, dan UGM. Tim ini disebar ke 53 kawasan transmigrasi untuk melanjutkan riset TEP 2025 dan menerapkan rekomendasi di lapangan. Targetnya adalah peningkatan aktivitas ekonomi, pengurangan kemiskinan dan stunting, serta peningkatan mutu sumber daya manusia di kawasan transmigrasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 21.43
Pendiri Jababeka: Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi Butuh Terobosan Regulasi
Berita terkait
Mentrans Dorong Kampus Jadi Penggerak Inovasi di Kawasan Transmigrasi
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 07.55
1.476 Akademisi TEP Dibekali Kemampuan Narasi Digital Berbasis Empati
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 20.56
Momen Kemerdekaan RI, 3 Mantan Gubernur Riau Titip Pesan Ini untuk Generasi Muda
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.25
Purbaya Siapkan Duit Rp5 Triliun Untuk Tangani Gempa NTT
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 11.00