10 Pelajar SMPN 18 Malang Diduga Jadi Korban Kekerasan, Pemkot Siapkan Pendampingan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Kota Malang memberikan pendampingan kepada sepuluh pelajar SMP Negeri 18 yang diduga menjadi korban kekerasan oleh mantan kepala sekolah berinisial MAH. Kepala Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang, Sailendra, menyatakan bahwa sepuluh korban tersebut mendapatkan dua bentuk pendampingan: medikolegal dan psikososial. Seluruh korban yang menerima pendampingan adalah laki-laki. Pendampingan diberikan setelah melalui proses asesmen oleh petugas dinas terkait. Dari hasil pendataan, terdapat total 20 korban, namun sepuluh pelajar lainnya tidak bersedia menerima pendampingan, termasuk salah satunya siswi perempuan. Pemkot Malang menjamin layanan pendampingan tetap terbuka bagi pelajar lain yang merasa menjadi korban dugaan kekerasan dan ingin melaporkan ke Polresta Malang Kota. Insiden dugaan kekerasan ini terjadi pada Kamis, 24 September, pagi hari, saat para pelajar tiba di sekolah dan hendak memulai kegiatan belajar.
Bagikan
Berita terkait
Delapan Pelajar SMPN 18 Malang Dapat Trauma Healing, Pemkot Mulai Datangi Rumah Korban
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 12.07
Pemkot Malang Siapkan "Trauma Healing" Pelajar SMPN 18 yang jadi Korban Kekerasan Seksual
JawaPos · 27 September 2026 pukul 19.15
Polda Jatim Tangani Dugaan Kekerasan Pelajar yang Dilakukan Mantan Kepala SMP Negeri 18 Kota Malang
JawaPos · 26 September 2026 pukul 22.16
Pria yang Tendang Perempuan di Mal di Senayan Terancam 2,5 Tahun Penjara
kumparan · 21 September 2026 pukul 14.07