10 Ribu Hektare Sawah di Jateng Terancam Puso, Begini Solusi Ahmad Luthfi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan asuransi pertanian melalui PT Jamkrida Jateng untuk 10.000 hektare sawah yang berisiko gagal panen atau puso akibat musim kemarau. Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan skema ini bertujuan agar para petani yang terdampak kekeringan tidak terpaksa meminjam dari pinjol atau rentenir untuk memulihkan modal tanam. "Kalau gagal panen, tidak boleh pinjam rentenir dan pinjol. Gagal panen sudah ada Jamkrida, asuransinya ada," ujarnya.
Untuk mendukung kebijakan ini, Pemprov Jateng juga menyiapkan mekanisme penanganan kekeringan lainnya seperti optimalisasi irigasi sawah, pemanfaatan irigasi perpompaan, dan perbaikan jaringan irigasi lahan yang kekurangan air. Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menyediakan benih bagi petani.
Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki 242.826 hektare sawah tadah hujan dan 530.748 hektare sawah irigasi. Upaya-upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air, mengurangi risiko gagal panen, dan menjaga produktivitas panen di musim kemarau.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 3 September 2026 pukul 13.40
Antisipasi Puso, Pemprov Jateng Asuransikan 10 Ribu Hektare Sawah
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 17.21
Ribuan Hektare Sawah Kekeringan, Bekasi Percepat Normalisasi Bendung Kedung Gede
Berita terkait
Pemprov Jateng Lindungi 10 Ribu Hektare Sawah Rentan Puso dengan Asuransi
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 13.44
Selamatkan 18,6 Ha Sawah di Sumbawa, 25 Ribu Liter Air Irigasi Disalurkan
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 15.14
Mentan: Antisipasi El Nino Sudah Siap Sejak Awal Era Prabowo
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 16.45
14 Wilayah di Jateng Dilanda Kekeringan
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 16.41