14 Tahun Danais DIY di Kalurahan: Bangun Kawasan Sejarah-Olah Sampah Jadi Bata
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Danais DIY telah digunakan selama 14 tahun di tingkat kalurahan untuk berbagai program pembangunan. Di Kalurahan Pleret, Danais digunakan untuk pengembangan kawasan sejarah Kerto-Pleret, termasuk pembangunan Gerbang Pleret dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar pada 2021 dan Rp1,9 miliar pada 2022. Kawasan sekitar juga dikembangkan menjadi tempat perdagangan, menghasilkan pendapatan sekitar Rp80 juta pada Agustus 2026. Pleret menerima dana sekitar Rp1 miliar per tahun untuk kegiatan pengembangan wilayah.
Di Kalurahan Bawuran, Danais mulai diterima pada 2023 dan digunakan untuk pembangunan akses jalan sepanjang 1.000 meter dengan anggaran Rp175 juta per tahun selama dua tahun. Program berikutnya adalah pengolahan sampah plastik menjadi bata, batako, dan paving block dengan anggaran Rp1,9 miliar. Produk bata plastik ini digunakan untuk satu rumah contoh program RTLH, namun masih membutuhkan uji laboratorium untuk keamanan.
Bawuran juga berencana mengolah sampah organik menjadi pupuk, namun terhambat karena keterbatasan anggaran. Sebelumnya, Dana Desa Bawuran mencapai Rp1,6–1,8 miliar, namun saat ini hanya sekitar Rp300 juta. Lurah Bawuran berharap mekanisme pengajuan Danais dapat lebih sederhana agar kalurahan dapat mengusulkan program sesuai kebutuhan wilayah.
Bagikan
Berita terkait
Danais Jadi Penopang Program Kalurahan di DIY di Tengah Penyesuaian Dana Desa
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 21.22
Warga Bantul Disiksa 5 Orang Temannya hingga Tewas, Area Kemaluan Dibakar
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 21.48
Jukir di Bantul Ditusuk karena Perselisihan Jadwal, Pelaku Ditangkap
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 21.44
Munil Tewas Dikeroyok, 3 Tertangkap, 2 Masih Buron
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 20.37