2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Dilarang Sekolah Sejak Taliban Berkuasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada Agustus 2021, sekitar 2,4 juta anak perempuan tidak memiliki akses ke pendidikan menengah. Larangan ini mulai diberlakukan pada Maret 2022, dan diikuti dengan penutupan akses perempuan ke universitas pada akhir tahun yang sama. UNESCO melaporkan jumlah perempuan yang terpinggirkan dari sekolah menengah meningkat 200.000 orang setiap tahun, dan bisa mencapai hampir empat juta orang pada 2030 jika kebijakan ini berlanjut. PBB menyebut kebijakan ini sebagai bentuk diskriminasi gender atau 'apartheid gender'. UNESCO menegaskan bahwa hak untuk belajar adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi. Dampak ekonomi dari pembatasan ini diperkirakan akan menyebabkan kerugian sebesar US$ 9,6 miliar bagi Afghanistan pada tahun 2066. Sektor pendidikan secara keseluruhan mengalami krisis, dengan lebih dari 90 persen anak berusia 10 tahun tidak mampu membaca teks sederhana.
Bagikan
Berita terkait
Taliban Larang 2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Mengenyam Pendidikan
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.23
Bagaimana Pendukung Taliban Rayakan 5 Tahun Berkuasa?
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 20.20
UNESCO: 2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Dilarang Sekolah
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 01.01
2 Staf PBB Ditahan Intelijen Taliban di Afghanistan, Tak Bisa Ditemui
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 04.25