Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Taliban Mulai Dapat "Pemberontak" Baru, Melawan karena Larangan Musik

Taliban menerapkan larangan ketat pemutaran musik di Afghanistan, menggantikan hiburan publik dengan lagu keagamaan. Sopir taksi seperti Roeen memutar musik folk/pop secara tersembunyi sebagai bentuk perlawanan, matikan saat polisi moral berdekat. Kementerian PVPV menegakkan larangan ini dengan ancaman penjara, sedangkan warga takut dan mengandalkan taksi berbagi sebagai transportasi utama. Mahasiswa Shamsullah memilih mendengarkan musik di dalam mobil daripada pakai headphone agar tidak terdeteksi.

Berita terkait