2 Pintu Minyak Dunia Rawan Terkunci! Para Ahli Peringatkan Titik Berbahaya Jalur Maritim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Keamanan jalur pelayaran minyak mentah di Timur Tengah kini berada pada level paling kritis sejak perang AS-Iran pecah. Selat Hormuz, yang sebelum perang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia, kini mengalami penurunan drastis dari ratusan kapal menjadi hanya 8-11 kapal per hari. Sebagian besar tanker yang tetap berlayar mematikan transponder mereka untuk menghindari rudal dan deteksi musuh.
Rute alternatif di Laut Merah, yang sebelumnya menjadi penyelamat ketika Selat Hormuz lumpuh, juga digempur oleh serangan udara milisi Houthi yang didukung Iran. Sejak Houthi mengumumkan blokade pelabuhan Laut Merah Arab Saudi pada 20 Juli, rute cadangan ini tidak lagi aman, sehingga mengancam ekspor minyak ke Asia.
Meskipun Amerika Serikat sementara waktu menghentikan serangan terhadap Iran, ancaman terhadap jalur minyak dunia tetap tinggi. Para analis menggambarkan situasi ini sebagai “periode paling mematikan” dalam krisis saat ini, dengan masalah yang semakin menumpuk di Selat Hormuz dan Laut Merah.
Bagikan
Berita terkait
Harga Minyak Tembus US$106 Usai Serangan Houthi Lumpuhkan Pipa Saudi
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.55
Ekspor LNG via Selat Hormuz September Melonjak, Tertinggi sejak Perang AS-Iran
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 22.00
Saudi tuding Houthi serang fasilitas listrik di Madinah
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 08.58
Bom! Rudal Serang Kapal Baru di Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 08.40