2 Pintu Minyak Dunia Rawan Terkunci! Para Ahli Peringatkan Titik Berbahaya Jalur Maritim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Keamanan jalur pelayaran minyak mentah di Timur Tengah kini berada pada level paling kritis sejak perang AS-Iran pecah. Selat Hormuz, yang sebelum perang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia, kini mengalami penurunan drastis dari ratusan kapal menjadi hanya 8-11 kapal per hari. Sebagian besar tanker yang tetap berlayar mematikan transponder mereka untuk menghindari rudal dan deteksi musuh.
Rute alternatif di Laut Merah, yang sebelumnya menjadi penyelamat ketika Selat Hormuz lumpuh, juga digempur oleh serangan udara milisi Houthi yang didukung Iran. Sejak Houthi mengumumkan blokade pelabuhan Laut Merah Arab Saudi pada 20 Juli, rute cadangan ini tidak lagi aman, sehingga mengancam ekspor minyak ke Asia.
Meskipun Amerika Serikat sementara waktu menghentikan serangan terhadap Iran, ancaman terhadap jalur minyak dunia tetap tinggi. Para analis menggambarkan situasi ini sebagai “periode paling mematikan” dalam krisis saat ini, dengan masalah yang semakin menumpuk di Selat Hormuz dan Laut Merah.
Bagikan
Berita terkait
Sesumbar Trump Dibalas Ejekan Iran 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27
Harga Minyak Dunia Tembus USD88,52 per Barel, Melonjak 6% dalam Sepekan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.00
Respons Iran Usai Trump Nyatakan Selat Hormuz Segera Jadi Wilayah AS
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 17.30
Parlemen Iran bahas RUU pengawasan Selat Hormuz
ANTARA News · 16 Agustus 2026 pukul 17.20