22 Tahun DPD, Sultan: Kritik Masyarakat Jadi Pengingat untuk Terus Berbenah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyatakan bahwa kehadiran DPD sebagai wujud komitmen konsolidasi demokrasi Indonesia pascareformasi. Dalam sidang paripurna luar biasa ke-4 DPD RI yang sekaligus memperingati HUT ke-22 DPD RI, Sultan menekankan bahwa DPD hadir untuk menjawab kebutuhan institusi demokrasi yang inklusif.
Selama 22 tahun berdirinya DPD RI, lembaga tidak pernah mengabaikan kritik masyarakat, mulai dari kewenangan formal hingga pertanyaan mengenai urgensi keberadaannya. Sultan menegaskan bahwa kritik harus dijadikan sebagai cermin untuk perbaikan, bukan sekadar retorika. DPD berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas kerja, memperkuat transparansi, dan memastikan setiap mandat yang diberikan masyarakat dan daerah dapat dipertanggungjawabkan.
Sultan juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarlembaga negara dalam mengawal otonomi daerah hingga tingkat kebijakan nasional. DPD RI menyampaikan terima kasih dan penghormatan tertinggi kepada seluruh mitra strategisnya, termasuk pimpinan MPR RI, DPR RI, Presiden, dan seluruh kepala daerah serta masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Demokrasi Dinilai Terlalu Mahal, DPD Tawarkan Gagasan Green Democracy
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 12.53
Kantor DPD RI di Banten Mulai Dibangun, Sultan: Jadi Rumah Aspirasi Masyarakat
JPNN.com · 5 Agustus 2026 pukul 19.25
HUT ke-22 DPD, Sultan Najamudin Ungkap Sudah Terima 13 Ribu Aspirasi Publik
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 18.09
Tetapkan 10 Nama Calon Anggota BPK, DPD RI Tekankan Integritas dan Independensi
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 12.18