Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

3 Jenis Makanan Olahan yang Tetap Aman Dikonsumsi saat Diet

Di tengah anggapan bahwa makanan olahan buruk untuk kesehatan, para ahli nutrisi dan gizi mengungkapkan bahwa tiga jenis makanan olahan tertentu yang kaya serat dan protein dapat mendukung penurunan berat badan. Kunci pemilihannya adalah makanan olahan yang minim bumbu tambahan, rendah natrium, dan bebas gula buatan. Para ahli menekankan bahwa diet yang efektif tidak berarti menghindari seluruh makanan kemasan, tetapi membatasi konsumsi makanan olahan tinggi (ultra-processed foods) seperti minuman bersoda, camilan manis, dan makanan siap saji yang minim nutrisi.

Studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kematian pada penderita kanker hingga 57%. Di Indonesia, prevalensi obesitas pada orang dewasa naik dari 21,8% pada 2018 menjadi 23,4% pada 2023. Dokter spesialis ortopedi dr. Ihsan Oesman menjelaskan bahwa berat badan berlebih meningkatkan risiko osteoartritis lutut hingga 4,6 kali lipat. Studi Columbia University juga mengungkapkan bahwa kurang tidur 90 menit sehari dapat meningkatkan berat badan dan lingkar pinggang.

Ketua PDGKI dr. Erwin Christianto mendorong masyarakat untuk menangani obesitas sejak dini melalui langkah Amati, Ukur, dan Bertindak. Studi kohort NutriNet-Santé 2026 juga menemukan kaitan antara pengawet makanan dengan risiko diabetes dan kanker. Beberapa contoh makanan olahan yang perlu dibatasi meliputi nugget, sosis, mie instan, keripik kemasan, roti, biskuit, soda, dan jus botolan.

Berita terkait