Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

5 Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau, BNPB Jelaskan 3 Bahaya Gunung Api

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap hilang kontaknya 5 jurnalis yang sedang meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Plt. Kapusdatinkom BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan pernyataan ini dalam diskusi bertajuk "Waspada Gunung Berapi, Bagaimana Langkah Mitigasinya?" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (10/9). Berton menyampaikan empati kepada keluarga dan komunitas pers, serta berharap para jurnalis yang hilang dapat ditemukan dalam keadaatan selamat.

Dalam paparannya, Berton menjelaskan tiga bahaya utama yang ada di sekitar gunung api aktif. Bahaya pertama adalah gas beracun yang tidak terlihat atau tercium, sehingga tidak langsung terdeteksi oleh indera, namun berpotensi membunuh manusia dan hewan dengan konsentrasi di atas ambang batas. Bahaya kedua berkaitan dengan dinamika letusan fisik, seperti lontaran batu pijar dan lahar letusan yang dapat terjadi kapan saja. Batu pijar dapat mencapai jarak jauh dengan ukuran bervariasi, sementara lahar letusan terbentuk dari aktivitas letusan di kawah dan sangat berbahaya.

Bahaya ketiga adalah hujan abu vulkanik yang memiliki jangkauan paling luas. Menurut Berton, abu letusan tidak hanya mengganggu jarak pandang dan penerbangan, tetapi juga sangat berbahaya bagi sistem pernapasan manusia. Partikel abu ini menyerupai kaca mikroskopis, yang dapat menyebabkan iritasi kulit, luka pada alveoli paru-paru, dan efek samping lainnya. Fenomena ini telah tercatat di wilayah seperti Jakarta, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan bahkan Sumatra bagian selatan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait