558 Orang Masih Hilang Usai Banjir Bandang Dahsyat di Nepal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tiga orang tewas dan 558 orang masih hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor di wilayah perbatasan Tibet, China, dan Nepal. Dari korban yang hilang, 260 di antaranya adalah warga negara asing asing. Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan oleh lebih dari seribu petugas, termasuk anjing pelacak dan drone, di sisi perbatasan China. Namun, akses ke zona bencana utama terhambat akibat ketidakstabilan danau waduk di hulu dan jalan pegunungan yang sempit. Kendaraan besar dan alat berat belum dapat mencapai lokasi tersebut meskipun jalan sekitarnya terbuka. Pihak berwenang telah mengirimkan hampir 800 orang dan lebih dari 150 kendaraan ke daerah perbatasan. Dinas pemadam kebakaran juga mengerahkan 431 personel dengan dukungan anjing, pemindai deteksi kehidupan, dan perahu kecil. Pesawat sipil dan militer telah mengantarkan bantuan ke Tibet. Risiko bencana sekunder seperti tanah longsor dan longsiran batu tetap tinggi akibat hujan yang masih terjaringan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 12.10
Foto: Sebelum dan Sesudah Banjir Bandang Dahsyat di Nepal
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 07.32
Puluhan Warga AS dan Kanada Hilang Tersapu Banjir Bandang Nepal-Tibet
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 01.26
Update Banjir Bandang di Nepal: 160 Orang Tewas dan Ratusan Hilang
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 11.10
Nepal Banjir Bandang, Ahli Warning Bom Air dari China Tunggu Meledak
Berita terkait
45 WNI Berada di Nepal, Kemlu Masih Pantau Kondisi Imbas Banjir Bandang
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.40
Jumlah Hilang Banjir Bandang Tibet Naik Jadi 558 Orang, 260 Warga Asing
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 10.31
Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi 'Bom Air' dari Proyek China
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.15
Kemlu: 45 WNI Berada di Nepal, Belum Ada yang Dilaporkan Terdampak Banjir
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 10.07