7 Langkah Aman Menangani Mesin Mobil Terpapar Abu Vulkanik Menurut Pakar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Paparan abu vulkanik pada mesin mobil bukan sekadar masalah estetika. Partikel halus dan bersifat abrasif serta korosif dalam abu vulkanik dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem mekanis dan elektrikal kendaraan jika tidak ditangani dengan benar. Para pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu dan Agus Purwadi, memberikan saran penting untuk menangani kendaraan yang terpapar abu vulkanik, terutama pada area mesin.
Langkah pertama yang krusial adalah tidak menyalakan mesin saat masih ada abu vulkanik di ruang mesin, karena partikel halus dapat terhisap ke dalam komponen penting seperti ruang bakar atau sistem pelumasan, berpotensi menyebabkan kerusakan internal mesin yang mahal. Saat membuka kap mesin, lakukan dengan perlahan untuk mencegah abu jatuh ke dalam ruang mesin, dan pastikan tidak ada angin kencang yang dapat menerbangkan abu ke dalam celah-celah sempit.
Menyiram air langsung pada ruang mesin tidak disarankan karena air yang bercampur dengan abu vulkanik yang bersifat konduktif dapat memicu korsleting pada sistem kelistrikan mobil yang sensitif. Menggunakan kompresor udara dengan tekanan tinggi juga tidak disarankan karena dapat mendorong partikel abu masuk ke dalam komponen seperti konektor kelistrikan atau saluran udara. Para pakar menyarankan untuk memeriksa filter udara dan saluran masuk udara, serta membersihkan area sekitarnya dengan hati-hati. Jika paparan abu cukup tebal, sebaiknya bawa kendaraan ke bengkel resmi untuk pembersihan menyeluruh oleh tenaga profesional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 September 2026 pukul 05.44
2 Masalah Ini Bikin Abu Vulkanik Bahaya Untuk Pesawat
Berita terkait
Pramono Ungkap Abu Anak Krakatau Menurun, Jakarta Tetap Lakukan Penyemprotan Jalan hingga Besok
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.50
Bandara Soekarno-Hatta Bakal Dibuka, Garuda Indonesia Bersiap Layani Penerbangan Mulai Besok
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 21.30
Ketika Abu Anak Krakatau Jatuh, Mengapa Terlalu Banyak Suara Justru Bisa Membingungkan?
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.21
Strategi Pramono Redam Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 21.11