Abu Vulkanik Anak Krakatau dan Jakarta Incident
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupti Gunung Anak Krakatau pada 6 September 2026 menyebabkan lebih dari 1.500 penerbangan terdampak dan sekitar 170.000 penumpang mengalami gangguan perjalanan udara. Delapan bandara, termasuk Soekarno-Hatta, menghentikan operasi sementara karena sebaran abu vulkanik. Abu tidak hanya mengotori mesin jet, tetapi partikel halus dapat menempel pada komponen dan mengganggu aliran udara, berbahaya bagi keselamatan penerbangan. Sejarah 'Jakarta Incident' pada 1982, ketika British Airways Flight 9 kehilangan empat mesin karena abu Gunung Galunggung, mengajarkan dunia penerbangan untuk segera menghentikan, mengalihkan, atau menunda penerbangan saat abu terdeteksi. Kapten Eric Moody yang memimpin operasi darurat itu meninggal pada Maret 2024, sementara peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan bahaya vulkanik di industri penerbangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 10.02
Badan Geologi: Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 14.41
CGK Tutup Pukul 02.08 - 17.30 WIB, Ini Jadwal Penutupan 8 Bandara Sekitar Gunung Anak Krakatau
JawaPos · 6 September 2026 pukul 12.45
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Pengamat: Masyarakat Harus Bersyukur Bandara Ditutup
kumparan · 7 September 2026 pukul 10.18
Foto: Satpol PP Turun ke Jalan, Bagikan Ratusan Masker untuk Warga di Pejaten
Berita terkait
467 Penerbangan Batal Imbas Abu Vulkanik, 150 Ribu Penumpang Terdampak
Detik.com · 7 September 2026 pukul 09.13
Bandara Soetta Masih Ditutup Sampai Pukul 23.59 WIB Imbas Abu Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 19.11
Gunung Anak Krakatau Erupsi Senin 24 Agustus 2026, Kolom Abu Capai 250 Meter, Status Masih Siaga
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 10.30
Pakar Ungkap Alasan Abu Vulkanik Bahaya Bagi Penerbangan
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 09.58