Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Arah Angin, dan Menanti Bandara Dibuka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 5-6 September 2020 melepaskan abu vulkanik yang tersebar luas hingga ke wilayah Lampung, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Sukabumi akibat terbawa angin. BMKG mendeteksi dua lapisan abu: lapisan rendah hingga ketinggian 4,57 km (15.000 kaki) dan lapisan tinggi hingga 15,24 km (50.000 kaki), keduanya bergerak ke arah barat daya–barat. Akibatnya, 7 bandara di pesisir Barat Jawa tetap ditutup hingga Senin 7 September 2020. Penutupan ini didasarkan pada prakiraan atmosfer BMKG yang menunjukkan polygon potensi dampak abu masih melingkupi wilayah Lampung, Banten, Jakarta, Tangerang, dan Bogor, meski arah angin tidak mengarah ke pulau Jawa. BMKG juga melaporkan status "No Change (NC)" pada intensitas dan sebaran abu, dengan kecepatan penyebaran sekitar 28 km/jam pada ketinggian 3 km.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 12.45
BMKG Ungkap Fakta Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau ke Semarang
Detik.com · 7 September 2026 pukul 10.25
Daftar Daerah Tetapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 05.45
Update Wilayah Sebaran Abu Vulkanik Krakatau Senin Pagi
Detik.com · 6 September 2026 pukul 23.50
Menkomdigi Imbau Warga Waspadai Dampak Erupsi Anak Krakatau
Berita terkait
Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, Waka MPR: Warga Harus Terlindungi
Detik.com · 6 September 2026 pukul 21.44
PVMBG Ungkap Potensi Letusan Susulan Anak Krakatau Masih Tinggi
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 20.41
Penutupan Bandara Soetta Kembali Diperpanjang hingga Pukul 21.30 WIB
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 17.40
Mendikbdsmen Minta Daerah Terdampak Erupsi Anak Krakatau Terapkan PJJ
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 16.57