Abu Vulkanik Lewotolok Rusak Rumah dan Tanaman Warga di 9 Desa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, telah menyebar hingga sembilan desa di Kecamatan Ile Ape Timur. Menurut Camat Kristoforus Boro Making, dampaknya meluas ke sektor pertanian, peternakan, permukiran, dan akses air bersih. Banyak tanaman warga rusak akibat tumpukan abu, sementara musim kemarau yang sedang berlangsung memperparah ketersediaan pakan ternak dan air minum. Sebagian atap rumah warga juga rusak akibat beban abu vulkanik.
Aktivitas gunung api masih tinggi. Pada Kamis (10/9), tercatat empat erupsi dengan tinggi kolom abu antara 400 hingga 600 meter. Pada Rabu (9/9), gunung tersebut mengalami 388 erupsi. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat. Aliran lava juga tercatat memasuki Kampung Adat Lewohala di Desa Todanara dan Jontona, namun masih mengikuti alurnya.
Pemerintah daerah meminta warga tidak masuk ke wilayah radius dua kilometer dari pusat erupsi, serta radius tiga kilometer di sektor selatan dan tenggara. Warga juga diimbau waspada terhadap bahaya guguran, longsoran lava, dan potensi bahaya lainnya di sektor barat, timur laut, selatan, dan tenggara Gunung Ili Lewotolok. Status gunung api tetap pada Level II (Waspada).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 07.58
Abu vulkanik bisa bertahan berapa lama setelah erupsi gunung?
Berita terkait
Apakah Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Mencemari Ekosistem Laut? Pakar IPB Beri Penjelasan
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 11.47
Kantor DPRD Manggarai Timur Tidak Layak Pakai Akibat Gempa Flores
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.33
Update NOTAM: Penutupan Bandara Wunopito NTT Kembali Diperpanjang
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 10.17
Bandara Wunopito NTT Masih Ditutup Sementara Efek Abu Gunung Lewotolok
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 07.46