Ada Laporan WNI Gabung Militer Rusia: Kemlu Dalami Kemungkinan Penipuan hingga Eksploitasi, Siapkan Pelindungan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Luar Negeri Indonesia resmi menanggapi klaim Dinas Intelijen Luar Ngera Ukraina (FISU) tentang delapan WNI yang diduga direkrut bergabung dengan militer Rusia. Yvonne Mewengkang menyatakan pemerintah akan mendalami kemungkinan penipuan, eksploitasi, atau perekrutan palsu yang menawarkan bayaran tinggi, kewarganegaraan cepat, dan jaminan sosial. Jika terbukti ada WNI yang menjadi korban, pemerintah akan mengambil langkah pelindungan sesuai hukum. FISU menyebut skema serupa pernah diterapkan pada warga negara lain dengan hasil buruk, termasuk penempatan di garis depan tanpa pelatihan. Indonesia mengimbau WNI untuk menghindari tawaran pekerjaan di wilayah konflik atau yang melibatkan kegiatan militer negara asing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 15.30
Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Gabung Tentara Rusia, Masyarakat Diimbau Waspada Iming-iming Penipuan
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 15.16
Kemlu Verifikasi Informasi Intelijen Ukraina Soal 8 WNI jadi Tentara Rusia di Garda Depan
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 15.14
Intelijen Ukraina Sebut 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Kemlu RI Selidiki
Berita terkait
Intelijen Ukraina Ungkap Dugaan WNI Gabung Militer Rusia, Kemlu RI: Indonesia Miliki Ketentuan Hukum yang Jelas
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 15.25
Waka Komisi I DPR Harap Seluruh WNI di Nepal Aman dari Banjir: Tetap Waspada
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 22.26
260 WN Asing Hilang Akibat Banjir Mengerikan di Nepal, Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 15.04
45 WNI Berada di Nepal, Kemlu Masih Pantau Kondisi Imbas Banjir Bandang
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.40