Ahli Peringatkan Ibu Hamil, Ini Bahaya Hirup Asap Karhuta bagi Janin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengandung zat kimia berbahaya seperti dioksin, karbon monoksida, dan bisphenol A (BPA) yang dapat merusak sistem hormon pada ibu hamil. Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Budi Wiweko, memperingatkan bahwa paparan asap karhutla sangat berbahaya terutama bagi ibu hamil dengan usia kehamilan di bawah 12 minggu. Senyawa Endocrine-disrupting Chemicals (EDC) dalam asap ini berpotensi meningkatkan risiko kelainan pada organ reproduksi dan alat kelamin bayi yang lahir.
Untuk mengurangi risiko paparan, Prof. Budi menyarankan ibu hamil di wilayah terdampak karhutla menggunakan masker medis dan membatasi aktivitas di luar rumah. Selain perlindungan pribadi, ia juga mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi pekerja hamil di area terdampak guna melindungi kesehatan ibu dan janin. Para ahli kesehatan juga memperingatkan bahwa kabut asap karhutla dan partikel PM2.5 dapat memicu serangan jantung hingga kematian mendadak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.40
Menkes Percepat Kirim Masker-Konsentrator ke Wilayah Terdampak Karhutla
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.43
ISPA Meningkat Imbas Karhutla di Kotawaringin Barat, Terkini Ada 515 Kasus
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 12.09
Kemenkes Siapkan Surat Edaran, Sekolah Bisa Kurangi Tatap Muka Saat ISPU Tinggi
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 06.55
Karhutla Kalimantan Bikin Susah Negara Tetangga, Prabowo Harap Bisa Tuntas dalam Waktu...
Berita terkait
Kasus ISPA Meningkat di 6 Provinsi akibat Karhutla
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.38
Ada Karhutla: Kasus ISPA di Kalimantan Selatan Capai 36.196
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 06.09
Gegara Karhutla, Kasus ISPA Meningkat 10%
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 06.49
Malaysia apresiasi tindakan cepat RI tanggulangi karhutla
ANTARA News · 25 Agustus 2026 pukul 20.39