AI Bukan Musuh, Seniman Muda Pilih Kolaborasi dengan Kecerdasan Buatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dalam pameran 'Art for Peace and a Better Future: Collaboration' di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dua seniman muda Koelo Mariam dan La Ode Umar menyatakan AI bukan musuh seni, melainkan alat bantu kreatif. La Ode menekankan manusia tidak bisa menghadapi teknologi secara konflik, melainkan berdampingan. Ia yakin AI mampu menciptakan estetika sempurna namun tidak menyentuh rasa atau emosi seniman. Mariam menggunakan AI sebagai teman diskusi ide, bukan generator visual, untuk tetap mengasah rasa artistik serta memastikan karya mudah dipahami masyarakat awam. Kolaborasi seni dan AI menjadi fokus pameran RAW Vol. 2 dengan 21 seniman dari 300 proposal, serta acara lain seperti Wening Rasa yang menyoroti memori kolektif dan kesehatan mental.
Bagikan
Berita terkait
Dua Kandidat Sekjen PBB Paparkan Prioritas, dari Gaza hingga Reformasi Dewan Keamanan
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 16.15
Tak Disangka! Wamenkomdigi Sebut Lulusan Filsafat Bisa Bergaji Tinggi di Era AI
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.10
Brasil Gandeng Huawei dan Nvidia untuk Perkuat Infrastruktur AI
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 12.15
Apple Music Siapkan Label untuk Tandai Lagu Buatan AI
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 08.08