AI Bukan Musuh, Seniman Muda Pilih Kolaborasi dengan Kecerdasan Buatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dalam pameran 'Art for Peace and a Better Future: Collaboration' di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dua seniman muda Koelo Mariam dan La Ode Umar menyatakan AI bukan musuh seni, melainkan alat bantu kreatif. La Ode menekankan manusia tidak bisa menghadapi teknologi secara konflik, melainkan berdampingan. Ia yakin AI mampu menciptakan estetika sempurna namun tidak menyentuh rasa atau emosi seniman. Mariam menggunakan AI sebagai teman diskusi ide, bukan generator visual, untuk tetap mengasah rasa artistik serta memastikan karya mudah dipahami masyarakat awam. Kolaborasi seni dan AI menjadi fokus pameran RAW Vol. 2 dengan 21 seniman dari 300 proposal, serta acara lain seperti Wening Rasa yang menyoroti memori kolektif dan kesehatan mental.
Bagikan
Berita terkait
Judi Online dan AI Jadi Ancaman Baru Kebocoran Data dari Dalam
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 17.31
Paus Leo Tiba-Tiba Serukan Perlawanan terhadap AI, Kenapa?
CNBC Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 07.21
Ini Perusahaan Pertama di Asia Tenggara yang Pakai Nvidia Vera Rubin
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 07.00
PANDI Bentuk AI SIRT untuk Tangkal Penyalahgunaan Kecerdasan Buatan
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.10