Airlangga: Ekonomi Indonesia Tak Bisa Didikte oleh 1-2 Lembaga Rating
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyatakan ekonomi Indonesia tidak dapat ditentukan oleh 1-2 lembaga pemeringkat. Dalam sambutannya di 14th US-Indonesia Investment Summit, ia menekankan bahwa Indonesia memiliki kebijakan makroprudensial yang lebih konservatif dibanding negara seperti AS, India, dan Jepang. Defisit APBN RI sebesar -2,3% lebih rendah dibanding AS (5,8%), India (4,4%), dan Jepang (-60%). Rasio utang negara 41% jauh lebih rendah dibanding AS (123,3%), India (83,1%), dan Singapura (171,3%). Namun, para pemeringkat asal AS bersikap lebih keras terhadap Indonesia. Airlangga yakin ekonomi RI tetap kuat dengan pertumbuhan ekonomi 5,05% kuartalan, inflasi 3,28%, investasi naik 7%, dan indeks keyakinan konsumen 108,5. Tahun depan, Indonesia membidik pertumbuhan ekonomi 6% dengan fokus pada sektor bernilai tambah tinggi, digitalisasi, semikonduktor, dan AI. Kebijakan fiskal akan bersifat katalitik sedangkan kebijakan moneter menjaga stabilitas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 13.54
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 5,2 Persen
Berita terkait
Bank Dunia Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI, Kini Tembus 5,2%
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 09.30
Prabowo Reshuffle Kabinet 7 Kali, Pengusaha Ungkap Nasib RI Tahun 2027
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 20.20
Suahasil Ungkap 3 Sinyal Ekonomi RI Mulai Bergerak di Kuartal III-2026
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 19.20
Suahasil Sebut APBN-Danantara Gandengan Buat Menopang Ekonomi Indonesia
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 19.50