Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Airlangga: Ekonomi Indonesia Tak Bisa Didikte oleh 1-2 Lembaga Rating

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyatakan ekonomi Indonesia tidak dapat ditentukan oleh 1-2 lembaga pemeringkat. Dalam sambutannya di 14th US-Indonesia Investment Summit, ia menekankan bahwa Indonesia memiliki kebijakan makroprudensial yang lebih konservatif dibanding negara seperti AS, India, dan Jepang. Defisit APBN RI sebesar -2,3% lebih rendah dibanding AS (5,8%), India (4,4%), dan Jepang (-60%). Rasio utang negara 41% jauh lebih rendah dibanding AS (123,3%), India (83,1%), dan Singapura (171,3%). Namun, para pemeringkat asal AS bersikap lebih keras terhadap Indonesia. Airlangga yakin ekonomi RI tetap kuat dengan pertumbuhan ekonomi 5,05% kuartalan, inflasi 3,28%, investasi naik 7%, dan indeks keyakinan konsumen 108,5. Tahun depan, Indonesia membidik pertumbuhan ekonomi 6% dengan fokus pada sektor bernilai tambah tinggi, digitalisasi, semikonduktor, dan AI. Kebijakan fiskal akan bersifat katalitik sedangkan kebijakan moneter menjaga stabilitas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait