Airlangga Ungkap Rencana RI Rebut Dana yang Kini Parkir di Singapura
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkapkan pemerintah telah membentuk Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menarik investasi asing ke dalam negeri. PFII telah diatur dalam undang-undang dan lokasi awalnya ditentukan di Jakarta, meskipun lokasi spesifiknya belum diungkapkan. Pemerintah juga sedang mengevaluasi lokasi di Bali yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Airlangga mencontohkan keberhasilan pusat keuangan global seperti Singapore International Financial Center (SIFC) yang berhasil menarik lebih dari US$ 5 triliun dan Dubai International Financial Center (DIFC) yang menarik sekitar US$ 800 miliar. Dengan adanya PFII, pemerintah berharap sebagian dana asing yang saat ini terkonsentrasi di Singapura dapat dialihkan ke Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan nilai investasi yang dapat masuk ke PFPI mencapai lebih dari Rp500 triliun, asalkan insentif dan fasilitas yang ditawarkan mampu menarik minat investor global. Namun, Purbaya menegaskan bahwa proyeksi ini masih bersifat awal dan perhitungan lebih rinci akan dilakukan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai pihak yang menyiapkan modal awal pengembangan kawasan tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Airlangga Ungkap Dunia Mulai Takut dengan Ekspor RI
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 10.10
Airlangga: RI Bisa Tumbuh 6-7%, Asal Mesin Baru Ini Ngebut
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 08.10
Prabowo Sebut Puluhan Ribu Kopdes Segera Beroperasi, Pasok Barang Subsidi
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.35
Cadangan Nikel dan Kobalt Indonesia Rp 15.000 Triliun
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.15