Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cadangan Nikel dan Kobalt Indonesia Rp 15.000 Triliun

Indonesia memiliki cadangan nikel sekitar 52 juta ton dan kobalt 1,2 juta ton, dengan nilai total mencapai US$ 800 miliar atau sekitar Rp 15.000 triliun berdasarkan nilai pasar LME saat ini. Nilai tersebut merupakan estimasi cadangan yang sudah dapat dimonetisasi, bukan seluruh potensi mineral yang dimiliki. Menurut Tim Ahli Pertambangan dan Mineral DEN Nataneil Adhynegara Horansil, besarnya cadangan ini menunjukkan potensi manfaat ekonomi yang signifikan jika dikelola optimal.

Kebijakan hilirisasi nikel telah berhasil mengubah struktur industri mineral Indonesia, beralih dari ekspor bijih mentah ke pengembangan produk olahan dalam negeri. Kapasitas smelter nikel nasional mencapai sekitar 1,8 juta ton, sebagian besar di Sulawesi. Nilai ekspor produk nikel Indonesia naik 12 kali lipat dalam satu dekade, dari US$ 3 miliar pada 2014 menjadi US$ 37 miliar pada 2025. Investasi asing langsung di sektor base metal juga mencapai lebih dari US$ 71 miliar selama 2015-2025.

Namun, tantangan ke depan adalah memastikan pengembangan industri nikel dan kobalt tidak hanya fokus pada peningkatan produksi dan ekspor, tetapi juga mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi seperti baterai dan kendaraan listrik. Sumber daya mineral yang belum sepenuhnya dimonetisasi masih bergantung pada faktor pasar, keekonomian tambang, dan aspek lingkungan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait