Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Akses Pembiayaan Buka Ruang bagi UMKM untuk Berkembang

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 mencapai 5,29 persen, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,06 persen. Di tengah angka makro yang positif, banyak pengusaha ultra-mikro di desa masih kesulitan merasakan dampaknya secara langsung. Siti Aminah, pemilik Es Dawet Ireng di Bogor, mulai usaha pada 2018 dengan modal Rp5 juta dan kini mencatat omzet lebih dari Rp7 juta per bulan. Namun, menghadapi kenaikan harga bahan baku dan persaingan minuman kekinian, ia beradaptasi dengan menambah varian topping dan memperluas sumber pendapatan.

Akses pembiayaan menjadi kunci pengembangan usaha bagi Siti. Dengan bantuan pembiayaan dari Amartha selama tiga tahun terakhir, ia berhasil menyewa kedai, menambah karyawan, dan memperluas pengiriman di luar Bogor. Menurut laporan Sustainability Report Amartha 2025, 89 persen UMKM binaan mengalami peningkatan pendapatan dengan rata-rata pertumbuhan 63 persen setelah memperoleh pembiayaan. Lebih dari 90 ribu mitra Amartha berhasil merekrut karyawan pertama, dengan 96 persen di antaranya adalah perempuan.

UMKM berkontribusi sekitar 61 persen terhadap PDB dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional, sehingga akses pembiayaan bagi sektor ini menjadi penting untuk pertumbuhan inklusif. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada RAPBN 2027 dengan defisit 2,4 persen PDB. Digitalisasi UMKM dan kolaborasi antara perbankan serta platform keuangan digital diharapkan memperluas akses pembiayaan agar usaha mikro dapat berkembang berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait