Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Aksi Iklim Indonesia di PBB, dari Restorasi Mangrove hingga Transisi Energi

Indonesia menegaskan komitmen diplomasi hijau dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 untuk mencapai net zero emissions pada 2060 atau lebih cepat. Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menekankan pentingnya aksi nyata untuk menahan kenaikan suhu global di bawah 1,5 derajat Celsius melalui transformasi ekonomi yang adil dan berpusat pada rakyat.

Strategi utama mencakup empat pilar: FOLU Net Sink 2030 di sektor kehutanan, pengurangan emisi metana limbah, dekarbonisasi industri dengan teknologi CCUS, serta transisi energi melalui energi terbarukan dan mandatori biodiesel B50. Selain mitigasi, Indonesia menjalankan adaptasi melalui pembangunan Giant Sea Wall dan restorasi mangrove untuk melindungi wilayah pesisir.

Indonesia mendesak dukungan pembiayaan global yang terjangkau dan penguatan instrumen loss and damage bagi negara berkembang. Menjelang COP31, pemerintah mendorong pemenuhan target New Collective Quantified Goal on Climate Finance (NCQG) guna mengubah ambisi iklim menjadi pembangunan nyata dan ketahanan ekonomi.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait