Alhamdulillah, Sore Ini Rupiah Menguat Terhadap USD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah menguat 18 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.899 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa. Penguatan ini didorong oleh peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve yang semakin mengecil. Analis PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, menjelaskan bahwa data ekonomi AS yang melemah, khususnya inflasi dan ketenagakerjaan, mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed 27-28 Oktober mendatang.
Laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Agustus 2026 mencatatkan 3,4 persen year on year, di bawah konsensus 3,7 persen. Data nonfarm payrolls AS juga lemah, hanya bertambah 29 ribu lapangan kerja pada September 2026, jauh di bawah ekspektasi. Tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,2 persen pada September, naik dari 4,1 persen pada Agustus.
Pertambahan lapangan kerja yang lesu ini kontras dengan pertumbuhan solid 133 ribu lapangan kerja pada Agustus 2026. Kombinasi data inflasi dan ketenagakerjaan yang melemah ini memberikan dorongan bagi rupiah untuk menguat melawan dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 15.18
Rupiah Ditutup Melemah 0,15%, Nilai Tukar Dolar AS Tembus Rp17.895
CNN Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 16.20
Rupiah Unjuk Gigi ke Rp17.889 per Dolar AS Selasa Sore
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 15.16
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp17.890
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 13.25
Rupiah Tertekan! Dolar AS Rp 17.900, Dolar Singapura Dekati Rp 14.000
Berita terkait
Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis Sore
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 16.24
Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi 7,74 Persen hingga Akhir September 2026, Ini Penjelasan BI
JawaPos · 30 September 2026 pukul 14.00
Rupiah Berotot ke Level Rp17.934 Pagi Ini
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 09.35
BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.00