Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Pendidikan untuk Menyelamatkan Hidup

Perubahan iklim semakin sering menutup sekolah akibat bencana seperti banjir, gempa, dan kebakaran hutan. Di Nepal, sekolah di Trishuli Valley kehilangan bangunan akibat banjir bandang, sementara di Indonesia, banjir dan longsor pada November-Desember 2025 mengganggu 3.274 satuan pendidikan dan 276.249 siswa. Asap kebakaran hutan juga berpotensi mengancam 54.743 sekolah di 12 provinsi Kalimantan. Penutupan sekolah ini bukan sekadar interupsi biasa, melainkan ancaman nyata terhadap hak pendidikan anak. Menurut UNICEF, sekitar 242 juta anak global terdampak penutupan sekolah akibat iklim pada 2024. Sekolah perlu ditransformasi menjadi ruang yang tahan iklim, ramah lingkungan, dan relevan dengan kurikulum berbasis perubahan iklim. PJJ harus menjadi bagian dari skenario belajar normal, namun tidak cukup tanpa infrastruktur digital yang merata. Integrasi kebijakan antara anggaran pendidikan, kebencanaan, dan iklim menjadi kunci agar rekomendasi pedagogis dapat diwujudkan secara nyata.

Berita terkait