Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Belum Ada Anomali Muka Air Laut di Selat Sunda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG menyatakan belum ada anomali muka air laut yang terdeteksi di Selat Sunda hingga pukul 07.00 WIB pagi ini, sehari setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan melalui 20 tsunami gate di sekitar Selat Sunda dan metode high frequency radar di Pantai Carita dan Tanjung Lesung. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan potensi tsunami masih rendah dan belum dapat dipantau secara signifikan. BMKG terus memantau situasi erupsi Anak Krakatau dengan menggunakan sistem tsunami mode pada high frequency radar yang mampu mendeteksi perubahan dari jarak 150 km dari tepi pantai. Masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda, termasuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu, diimbau tetap waspada namun tidak panik. BMKG juga meminta warga tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya dan selalu mengikuti pembaruan resmi dari BMKG, PVMBG, BNPB, atau instansi terkait.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.20
Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Potensi Tsunami Belum Terdeteksi
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.17
Erupsi Anak Krakatau, BMKG Sebut Peluang Muncul Tsunami di Bawah 40 Persen
kumparan · 6 September 2026 pukul 10.48
Ada Erupsi Anak Krakatau, Operasional Kereta Api Dipastikan Tetap Normal
kumparan · 6 September 2026 pukul 09.50
Sejumlah Penerbangan Jakarta, Solo, Batam, Bali Terdampak Erupsi Anak Krakatau
Berita terkait
Erupsi Anak Krakatau, Warga di Jakbar Kaget Tiba-tiba Rumah Banyak Debu
Detik.com · 6 September 2026 pukul 09.20
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang Imbas Erupsi Anak Krakatau
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 07.51
Erupsi Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 05.29
Imbas Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Batal
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.20