Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Potensi Tsunami Belum Terdeteksi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadikan Selat Sunda sebagai fokus pemantauan pasca erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga Senin (6/9/2026) pukul 07.00 WIB, belum terdeteksi anomali muka air laut yang mengindikasikan tsunami. Hasil pemantauan 20 tsunami gauge serta high frequency radar di Carita dan Tanjung Lesung menunjukkan probabilitas tsunami masih rendah. BMG tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan radar deteksi dari jarak 150 km dari tepi pantai, menggabungkan data satelit, sensor geomagnetik, dan pemantauan petir vulkanik. Masyarakat di wilayah pesisir Selat Sunda, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu diminta waspada tanpa panik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 11.33
Gunung Anak Krakatau Erupsi, BMKG Pastikan Tak Ada Anomali Muka Air Laut
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.17
Erupsi Anak Krakatau, BMKG Sebut Peluang Muncul Tsunami di Bawah 40 Persen
ANTARA News · 6 September 2026 pukul 11.10
Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tidak ada anomali muka air laut
Detik.com · 6 September 2026 pukul 11.09
Jawaban Badan Geologi soal Potensi Tsunami Erupsi Berulang Anak Krakatau
Berita terkait
Abu Vulkanik G. Anak Krakatau Sampai Jabodetabek, Ahli: Warga Perlu Pakai Masker
kumparan · 6 September 2026 pukul 09.53
Fakta-fakta Erupsi Gunung Anak Krakatau: Tak Berpotensi Tsunami
kumparan · 6 September 2026 pukul 08.00
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 06.48
Update Kondisi Kubah Lava Anak Krakatau Pascatsunami 2018-Erupsi Terus
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 15.15