Erupsi Anak Krakatau, BMKG Sebut Peluang Muncul Tsunami di Bawah 40 Persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331962/original/068004600_1787591242-1001595493.jpg)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa peluang munculnya tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berada di tingkat rendah, yakni di bawah 40 persen. Hal ini didasarkan pada pemantauan 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda hingga pukul 07.00 WIB tidak terlihat adanya anomali muka air laut. Analisis teknologi High-Frequency (HF) Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung juga mencatat probabilitas tsunami rendah dengan tinggi gelombang laut sekitar satu meter.
BMKG juga melaporkan adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik yang tercatat oleh sensor di Lampung Selatan dan Serang. Namun, intensitas gangguan ini tidak setinggi letusan awal. Untuk menghadapi situasi ini, BMKG mengoptimalkan kesiapsiagaan nasional melalui skema pemantauan terpadu berbasis multi-instrument selama 24 jam, bekerja sama dengan PVMBG-Badan Geologi untuk data yang akurat dan cepat.
Sebagai tambahan, sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sudah mencapai wilayah Jakarta dan Jawa Barat. BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu: yang pertama hingga ketinggian 20.000 ft mengarah ke timur-selatan, dan yang kedua hingga 50.000 ft mengarah ke barat daya-barat laut, meliputi Banten, Lampung, Bengkulu, dan Samudra Hindia. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.20
Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Potensi Tsunami Belum Terdeteksi
Detik.com · 6 September 2026 pukul 12.13
Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Belum Ada Anomali Muka Air Laut di Selat Sunda
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 11.33
Gunung Anak Krakatau Erupsi, BMKG Pastikan Tak Ada Anomali Muka Air Laut
ANTARA News · 6 September 2026 pukul 11.10
Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tidak ada anomali muka air laut
Berita terkait
Sejarah Letusan Anak Krakatau, Gunung Ini Terus Tumbuh dari Laut
Detik.com · 5 September 2026 pukul 22.32
Gempa M5,3 Guncang Jateng–DIY, BMKG Minta Jangan Percaya Isu Liar
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 20.50
BMKG: Gempa M5,3 selatan Cilacap dipicu aktivitas subduksi
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 14.38
Getaran Gempa Magnitudo 5,4 di Cilacap Dirasakan di Pacitan hingga Wonogiri
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 14.05