Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Sebut Peluang Muncul Tsunami di Bawah 40 Persen

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa peluang munculnya tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berada di tingkat rendah, yakni di bawah 40 persen. Hal ini didasarkan pada pemantauan 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda hingga pukul 07.00 WIB tidak terlihat adanya anomali muka air laut. Analisis teknologi High-Frequency (HF) Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung juga mencatat probabilitas tsunami rendah dengan tinggi gelombang laut sekitar satu meter.

BMKG juga melaporkan adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik yang tercatat oleh sensor di Lampung Selatan dan Serang. Namun, intensitas gangguan ini tidak setinggi letusan awal. Untuk menghadapi situasi ini, BMKG mengoptimalkan kesiapsiagaan nasional melalui skema pemantauan terpadu berbasis multi-instrument selama 24 jam, bekerja sama dengan PVMBG-Badan Geologi untuk data yang akurat dan cepat.

Sebagai tambahan, sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sudah mencapai wilayah Jakarta dan Jawa Barat. BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu: yang pertama hingga ketinggian 20.000 ft mengarah ke timur-selatan, dan yang kedua hingga 50.000 ft mengarah ke barat daya-barat laut, meliputi Banten, Lampung, Bengkulu, dan Samudra Hindia. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait