Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Anak Krakatau Erupsi, Penerbangan Kacau! Ekonomi RI Bisa Susut 0,003%

Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 5 September 2026 menyebabkan penutupan 8 bandara dan penundaan 1.558 penerbangan di Selat Sunda. Menurut Kepala Pusat Riset Makroekonomi dan Keuangan Indef Rizal Taufikurahman, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 relatif kecil. Dengan model Computable General Equilibrium (CGE), jika gangguan berlangsung sepekan dan pemulihan separuh aktivitas tercapai sebelum akhir September, pertumbuhan ekonomi hanya akan tersusut sekitar 0,003 poin persentase. Jika gangguan berlanjut hingga tiga pekan dengan pemulihan hanya 20%, tekanan pertumbuhan bisa naik hingga 0,015 poin persentase.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menyampaikan pandangan serupa bahwa dampak ekonomi akan terkonsentrasi pada sektor transportasi dan pariwisata secara jangka pendek. Namun, dampaknya terbatas pada wilayah terdampak dan bisa terkompensasi oleh wilayah lain. Faisal menyebutkan tiga alasan dampaknya tidak signifikan: pertama, sektor yang terdampak tidak tersebar luas; kedua, erupsi diperkirakan hanya berlangsung beberapa hari; ketiga, sektor transportasi dan akomodasi hanya berkontribusi sekitar 6,16% dan 2,77% terhadap PDB secara berturut-turut, jauh di bawah industri pengolahan (18,5%), pertanian (13,57%), dan perdagangan (13,02%).

Meskipun dampaknya kecil, kedua ekonom ini memperingatkan bahwa jika erupsi berlangsung lama dan menyebabkan pembatalan wisatawan serta penundaan logistik, dampaknya bisa lebih signifikan. Rizal menekankan pentingnya memantau durasi gangguan dan kecepatan pemulihan aktivitas masyarakat dan bisnis. Faisal menambahkan bahwa gangguan lama pada arus barang bisa mempengaruhi sektor ritel, bahan baku, dan industri yang bergantung pada logistik antar-daerah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait