Anak Pintar Nilai Akademik Rendah? Waspada Gangguan Belajar Spesifik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anak yang terlihat pintar namun memiliki nilai akademik rendah mungkin mengalami Gangguan Belajar Spesifik (Specific Learning Disorder/SLD), menurut Dr. Farid Agung Rahmadi, dokter spesialis anak subspesialis tumbuh kembang pediatri sosial konsultan. SLD adalah gangguan perkembangan saraf yang menyebabkan kesulitan menetap minimal enam bulan pada bidang akademik seperti membaca, menulis, atau matematika, meskipun anak memiliki kemampuan normal atau bahkan baik di bidang lain. Kondisi ini berkaitan dengan kelemahan pada proses kognitif seperti fonologi, memori kerja, kecepatan pemrosesan informasi, dan kemampuan visual-spasial. SLD tidak disebabkan oleh rendahnya kecerdasan, kemalasan, atau pola asuh yang salah, sehingga orang tua dan guru tidak boleh menyalahkan anak sebagai malas atau bodoh. Beberapa tanda peringatan meliputi kesulitan belajar yang menetap, kesenjangan antara pemahaman lisan dan nilai akademik, serta sikap menolak sekolah. Deteksi dini penting agar anak dapat menerima intervensi yang tepat. Penanganan SLD membutuhkan kolaborasi antara orang tua, guru, tenaga kesehatan, dan psikolog profesional untuk membantu potensi anak berkembang optimal. Riset terbaru juga menunjukkan bahwa disleksia dapat dideteksi lebih awal melalui pola gerakan mata saat melihat gambar, bahkan sebelum anak belajar membaca.
Bagikan
- gangguan belajar spesifik
- anak pintar nilai rendah
- deteksi dini sld
- disleksia
- kolaborasi intervensi anak
Berita terkait
Cara Membangun Kepercayaan Diri Anak Disleksia
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.16
5 Tanda Disleksia pada Anak saat Belajar Membaca yang Wajib Diwaspadai
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.04
4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid jadi Tersangka KPK, Fahd Arafiq hingga Gus Arif
JawaPos · 15 September 2026 pukul 20.45
Tenggelamnya Virgo Transport 8 Jadi Pengingat Penting Keselamatan Pelayaran
JawaPos · 15 September 2026 pukul 20.45