Analisis Data 2.500 Bangunan Hancur Imbas Banjir Bandang di Lembah Nepal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lebih dari 2.500 bangunan hancur di Lembah Trishuli, Nepal, akibat banjir bandang pada 26 Agustus. Data observatorium Copernicus Eropa menunjukkan dua pertiga bangunan di tiga zona terdampak rusak, sementara jika mencakup kerusakan sebagian, proporsinya lebih dari 70%. Wilayah ini meliputi kota Timure, Syabrubesi, Bidur di utara Kathmandu, tempat kehilangan 6.000 jiwa. Banjir dikaitkan runtuhnya gletser Himalaya, meluncur 20 km ke pos perbatasan Gyirong. Timure kehilangan 80% bangunan, Syabrubesi 75%, Bidur 60%. Jalan dan jembatan juga rusak, menghambat bantuan dan pencarian korban.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 11.45
Nepal Waswas Banjir Dahsyat Lagi, Korban Tewas Tembus 800 Orang, 3.000 Lebih Masih Hilang
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 18.04
Kemlu: 45 Residen dan 6 WNI di Nepal Aman dari Banjir Bandang
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 04.32
Ketika Banjir Mengubah Cara Nepal Melepas Jenazah
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 18.35
3.000 Orang Masih Hilang, Tim Pencarian Korban Banjir Nepal Terus Berjuang
Berita terkait
Mengapa Banjir di Nepal Sangat Mengerikan? Ini Penjelasan Ilmuwan
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 22.02
Update Terkini Banjir Bandang Nepal: Korban Bertambah-Ada Bahaya Baru
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 09.45
Nepal selamatkan 121 turis asing dari bencana banjir
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 22.34
Seluk-Beluk Banjir Bandang Dahsyat di Nepal
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.31